Sajak AA Manggeng
begitu luluhnya hidup dalam kabut
kita ikut dalam barisan upacara
lalu mengikrarkan cita bangsa
ketika bubar kulihat anak-anak berebut mainan
bendera berkibar di langit-langit rumahku
anak-anak membawa bendera seraya berseru:
Indonesia, Indonesia
duhai, duhai
jika saja kabut dalam acara itu menurunkan hujan
kita sama-sama menadahkan tangan tanpa perlu ikrar
tapi ramai-ramai berseru :
Indonesia, Indonesia
basah kuyup kita semua
duhai, duhai
(ACEH, Selalu Agustus)
